Dekonstruksi Teologis Sabat dalam Perjanjian Lama: Analisis Berbasis Taksonomi Bloom Menuju Pemaknaan Transformatif
Keywords:
Sabbath, Old Testament Theology, Deconstruction, Bloom’s Taxonomy, TransformatifAbstract
The sabbath in the Old Testament is often understood normatively as a ritualistic legal obligation, which risks obscuring its deeper transformative theological significance for contemporary believers. This study aims to deconstruct the meaning of the sabbath through a biblical-theological approach by employing Bloom’s Taxonomy as an analytical framework encompassing cognitive, affective, and practical dimensions. The background of this research arises from the tension between legalistic interpretations of sabbath law and the contextual need to recover its relevance in modern life. The novelty of this study lies in the integration of a pedagogical framework (Bloom’s Taxonomy) into theological analysis, an approach that remains relatively underexplored in sabbath studies, thereby offering a more holistic interpretive perspective. The findings reveal that the sabbath functions not merely as a legal institutions but as a means of cultivating relationship with God, restoring human identity, and embodying social liberation. Therefore, the sabbath can be understood transformative as a rhythm of life that fosters justice, rest, and restoration within the context of contemporary faith.
Abstrak
Sabat dalam Perjanjian Lama sering dipahami secara normatif sebagai kewajiban hukum yang bersifat ritualistik, sehingga berpotensi kehilangan dimensi teologis yang transformatif bagi kehidupan orang beriman masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi pemaknaan Sabat melalui pendekatan teologi biblika dengan memanfaatkan kerangka Taksonomi Bloom sebagai alat analisis kognitif, afektif, dan praksis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari ketegangan antara pemahaman legalistik yang secara umum banyak dipahami terhadap hukum Sabat dan kebutuhan kontekstual untuk menghadirkan makna yang relevan dalam kehidupan modern. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan pedagogis (Taksonomi Bloom) dalam analisis teologis, yang jarang digunakan dalam studi Sabat, sehingga membuka ruang interpretasi yang lebih holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sabat tidak hanya berfungsi sebagai institusi hukum, melainkan sebagai sarana pembentukan relasi dengan Allah, pemulihan indentitas manusia, dan praksis pembebasan sosial. Dengan demikian, Sabat dapat dimaknai secara transformatif sebagai pola dan gaya hidup dari umat Allah yang menghadirkan keadilan, perhentian, dan pemulihan dalam konteks iman kontemporer.
Kata Kunci: Sabat, Teologi Perjanjian Lama, Dekonstruksi, Taksonomi Bloom.
References
Alfri Tandi, Ayu lestari. (n.d.). Makna Teologis Hari Sabat Berdasarkan Keluaran 20:8 Dan Relevansinya Bagi Kehidupan Orang Percaya. Mutiara
Brueggemann, Walter. (2014). Sabbath as Resistance. Louisville: Westmintaer John Knox,
D. A. Rausch. (1984). Sabbath” Dalam Evangelical Dictionary of Theology. Edited by Walter A. Elwell. Baker: Grand Rapids.
Dencombe, Martyn. (2014). The Good Research Guide: For Small-Scale Social Research Projects. New York: Open University Press.
Erlina Waruwu. (2020). Peranan Hari Sabat Bagi Kehidupan Orang Percaya Masa Kini. JurnalTeologi Sistematika dan Praktika, 3(2), 253.
Goldingay, John. (2003). Old Testament Theology. Downers Grove: IVP.
Heschel, Abraham Joshua. (1951). The Sabbath. New York: Farrar, Straus ang Giroux,
———. Peranan Hari Sabat Bagi Kehidupan Orang Percaya Masa Kini. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 2 (2020): 250.
Jaen Paath, Wince Berlian & Febritha Ziliwu. (2023). Disiplin Rohani Bagi Mahasiswa STT EBENHAZER: Perspektif Dalam Perjanjian Lama. Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu, 9(2), 318.
Kamuri, Johanis Putratama & Toumeluk, Grace Mariany. (2021). Tinjauan Etis-Teologis terhadap Tradisi Belis di Pulau Sumba Berdasarkan Konsep Mahar dalam Alkitab. Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat, 8(1), 7-30.
Koehler, Ludwig, & Walter Baumgartner. (1994). The Hebrew and Aramic Lexicon of the Old Testament. Leiden: Brill.
Lindung Hasiholan Zega, Juli Santoso, & Citranigsih Basongan. (2021). Makna Hari Sabat Dalam Keluaran 20:11dan Implikasinya Bagi Umat Dan Gereja Masa Sekarang. of Religious and Socio-Cultura, 2(1), 33.
Martin Luther. (2007). Katekismus Besar. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.
Milton Thorman Pardosi (2021). Allah ‘Berhenti’ (Šabāt Dan Nûah) Pada Hari Sabat: Aplikasi Bagi Para Pemelihara Sabat. Jurnal Koinonia, 13(2), 116.
Nicolas, Djone Geroges.(2021). Analis Taurat Sebagai Hukum Allah Dan Hubungannya Dengan Kehidupan Umat Allah Dalam Perjanjian Baru. Nasional Indonesia, 75(17), 115.
Purba, Kuras. (2023). Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Yrama Widya,
Rendy Tirtanadi. (2017). Perayaan Sabat Menurut John Calvin. Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili, 2(2), 191.
Sabda Budiman, & Enggar Objantoro. (2021). Implikasi Makna Sabat Bagi Tanah Dalam Imamat 25:1-7 Bagi Orang Percaya. Teruna Bhakti, 3(2), 111.
Telly Tumatar. (2023). Sabat Dalam Perjanjian Lama Dan Implementasinya Di Dunia Kerja Kaum Millenial. Matheteuo, 3(2), 129.
Thiselton, Anthony C. (2009). Hermeneutics: An Introduction. Grand Rapids: Eerdmans,
Thomas Watson. (1959). The Ten Commandments. Pennsylvania: Banner of Truth Trust.
Timotius Fu. (2010). Perhentian Hari Sabat: Makna Dan Aplikasinya Bagi Orang Kristen. VERITAS: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 11(2), 235.
Tololiu, Naomi H. M., & Yuliantika Pinapu. (2022). Sabat: Masih Relevankah? Suatu Refleksi Kritis Antara Tradisi Sabat Dan Gereja Masa Kini Berdasarkan Matius 12:1-15a. UEPURO: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(1), 138.
Tumarar, Tey. (n.d). Sabat Dalam Perjanjian Lama Dan Implementasinya Di Dunia Kerja Kaum Millennial. Matheteuo, 3(2), 127.
Ulfah, & Opan Arifudin. (2023). Analisis Teori Taksonomi Bloom Pada Pendidikan Di Indonesia. Jurnal Al-Amar, 4(1), 14.
Von Rad, Gerhard. (1962). Old Testament Theology, vol.1. New York: Harper and Row.
Walter Brueggemann. (1997). Sabbath as Resistance: Saying No to the Culture of Now. Westminster John Knox Press,
Wright, Christopher J.H. (2004). Old Testamen Ethics for the People of God. Downers Grove: IVP.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mayner gulo, Raymond Iman Putra Gulo , Yaudi Santos Santoso (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




